Doa hanya bisa efektif jika datangnya dari hati.
Tidak ada formula khusus untuk berdoa.
Hanya Ketulusan kita dan keyakinan kita..
terhadap Kekuatan Ilahi dan Berkah Surga.
Biarkan saya memberitahukan sebuah rahasia kecil,
Rahasia dari tanggapan terhadap doa-doa kita terletak
pada cara kita menjalani hidup. Kita harus menjalani jalur kasih,
jika kita ingin melihat kasih. Kita harus menjalani jalan surga,
jika kita ingin mendapat pengalaman surga. Yang serupa saling menarik
dalam jangka panjang.
Berdoa dengan nyata, Berdoa dengan segala ketulusan
dan berdoa dalam tindakan. Doa jenis itu akan menyentuh surga,
lalu kita akan mendapat tanggapan setiap kali kita berdoa untuk
sesuatu yang mulia dan baik.
Saat kita berdoa seperti itu, itu berarti kita persembahkan
ketaatan kita kepada perintah Surga. Surga akan datang kepada kita.
Kita bahkan tidak perlu berdoa. Hal-hal yang baik akan datang
kepada kita, karena yang serupa selalu saling menarik.
Anda paham bagaimana cara berdoa sekarang ?
Read More..
Tampilkan postingan dengan label Motivasi I Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi I Renungan. Tampilkan semua postingan
27 April 2009
Cinta Kalau & Cinta Walaupun
Aku cinta orang tua ku, Kalau..
mereka baik2 saja, sehat2 senantiasa, tidak rewel dan menyenangkan.
Aku cinta pasangan ku, Kalau..
dia selalu baik, mengerti aku, perhatian, sayang, dsb nya.
Aku cinta teman-temanku, Kalau..
mereka selalu hadir pada saat2 dibutuhkan, mereka dapat diandalkan.
Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita akan sangat sering menemukan “cinta kalau”, tetapi bagi para pencinta, selalu ada “cinta walaupun”. Apakah cinta itu ? Apakah cinta itu bersyarat ? Apakah cinta membutuhkan alasan ? Mungkinkah kita bisa membawa “cinta walaupun” dalam kehidupan kita sehari-hari ?
Jika kita melakukan “cinta kalau”, apakah itu pantas disebut cinta ? atau mungkin lebih tepat disebut sebagai “bisnis”.
Jika di dunia ini, semuanya hanya ada “cinta kalau”, maka dapat dipastikan dunia ini menuju kehancuran. Kita hanya bisa tumbuh & berkembang dalam “cinta walaupun”, seandainya Orang Tua yang membesarkan kita dengan versi “Cinta Kalau”, sungguh kita tidak akan tumbuh menjadi anak yang sehat & bahagia. Begitu juga dengan rumah tangga, pasangan suami-istri, tak akan mungkin bisa hidup bahagia dengan “cinta kalau”.
Dunia ini hanya akan menjadi tempat yang indah, bila ada yang masih bersedia mencintai.. walaupun.. Read More..
mereka baik2 saja, sehat2 senantiasa, tidak rewel dan menyenangkan.
Aku cinta pasangan ku, Kalau..
dia selalu baik, mengerti aku, perhatian, sayang, dsb nya.
Aku cinta teman-temanku, Kalau..
mereka selalu hadir pada saat2 dibutuhkan, mereka dapat diandalkan.
Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita akan sangat sering menemukan “cinta kalau”, tetapi bagi para pencinta, selalu ada “cinta walaupun”. Apakah cinta itu ? Apakah cinta itu bersyarat ? Apakah cinta membutuhkan alasan ? Mungkinkah kita bisa membawa “cinta walaupun” dalam kehidupan kita sehari-hari ?
Jika kita melakukan “cinta kalau”, apakah itu pantas disebut cinta ? atau mungkin lebih tepat disebut sebagai “bisnis”.
Jika di dunia ini, semuanya hanya ada “cinta kalau”, maka dapat dipastikan dunia ini menuju kehancuran. Kita hanya bisa tumbuh & berkembang dalam “cinta walaupun”, seandainya Orang Tua yang membesarkan kita dengan versi “Cinta Kalau”, sungguh kita tidak akan tumbuh menjadi anak yang sehat & bahagia. Begitu juga dengan rumah tangga, pasangan suami-istri, tak akan mungkin bisa hidup bahagia dengan “cinta kalau”.
Dunia ini hanya akan menjadi tempat yang indah, bila ada yang masih bersedia mencintai.. walaupun.. Read More..
Ketidak Bahagiaan
Saya dapat merasakan sedikit.. mungkin sedikit saja.. Ketidak bahagiaan yang sedang kamu alami. Itu semua karena kamu tidak belajar dari pengalaman hidupmu, sehingga kamu harus mengulang pelajaran ini. Aku pun mengalaminya, dan aku tahu betapa tidak menyenangkan hal ini. Hanya satu masukan dari saya, Apapun yang harus terjadi, tidak dapat kamu hindari. Cepat atau lambat, hal-hal tersebut akan datang, dan datang dengan kondisi yang sama.
Maka itu terimalah, Apapun yang terjadi dalam hidup mu. Hidup ini tidak bisa selalu dalam sisi menyenangkan. Pelajari dan ambil hikmahnya. Pesan apa yang hendak disampaikan Alam kepadamu. Belajar mendengarkan pesan ini, susah-susah gampang. Bisa juga dibilang sangat sulit, bila kita belum bersedia untuk membuka hati kita.
Jika kita mengalami situasi sulit, situasi yang tidak menyenangkan. Apa yang dapat kita lakukan ? Aku tidak tahu jawaban pasti. Tapi mungkin saja bagi kamu, menyimpan sebuah harapan.. harapan akan adanya Terang setelah Gelap bisa memicu untuk tetap semangat dalam menjalankan hidup ini. Habis Gelap Terbitlah Terang. Itulah kata-kata yang pernah dikumandangkan Ibu Kita, Ibu Kartini.
Tidak Ada Terang, tanpa Gelap. Tidak Ada Kesenangan, tanpa Penderitaan. Terang adalah Gelap itu sendiri. Gelap itu sendiri adalah Terang. Terang tidak berbeda dengan Gelap. Demikian Gelap tidak berbeda dengan Terang. Kesenangan adalah penderitaan itu sendiri. Penderitaan itu adalah Kesenangan. Mereka berdua tidak berbeda.
Di dunia relatif ini, kita melihat segala sesuatu dari sisi Dualitas. Padahal Dualitas adalah ilusi. Bagi Orang yang punya kekayaan 100 miliar dollar, bisa jadi menganggap orang yang punya duit 1 milliar rupiah adalah bukan orang kaya. Bagi seorang pembantu, bisa mempunyai duit 1 milliar rupiah adalah sangat kaya. Bukankah 1 milliar rupiah itu adalah nilai yang sama ? Tetapi mengapa bisa jadi ada perbedaan ?
Bagi mereka yang punya duit 100 milliar dollar. Tiba-tibaa, karena sesuatu hal, duitnya hanya tersisa 1 Milliar Rupiah. Dan mungkin saja, orang yang punya duit 100 milliar dollar, menjadi stress berat. Tetapi di sisi lain, bagi seseorang yang tidak punya 1 milliar, tiba-tiba mempunyai duit 1 milliar, mungkin dia akan kegirangan. Dan di sisi lain yang lain, bagi mereka yang tidak ambil pusing, duit 100 milliar dollar = 1 milliar rupiah = 0 rupiah. Sehingga punya duit 100 milliar, punya duit 1 miliar, duit 0 rupiah, dia tetap tidak terganggu.
Lalu, kamu termasuk yang mana ? Read More..
Maka itu terimalah, Apapun yang terjadi dalam hidup mu. Hidup ini tidak bisa selalu dalam sisi menyenangkan. Pelajari dan ambil hikmahnya. Pesan apa yang hendak disampaikan Alam kepadamu. Belajar mendengarkan pesan ini, susah-susah gampang. Bisa juga dibilang sangat sulit, bila kita belum bersedia untuk membuka hati kita.
Jika kita mengalami situasi sulit, situasi yang tidak menyenangkan. Apa yang dapat kita lakukan ? Aku tidak tahu jawaban pasti. Tapi mungkin saja bagi kamu, menyimpan sebuah harapan.. harapan akan adanya Terang setelah Gelap bisa memicu untuk tetap semangat dalam menjalankan hidup ini. Habis Gelap Terbitlah Terang. Itulah kata-kata yang pernah dikumandangkan Ibu Kita, Ibu Kartini.
Tidak Ada Terang, tanpa Gelap. Tidak Ada Kesenangan, tanpa Penderitaan. Terang adalah Gelap itu sendiri. Gelap itu sendiri adalah Terang. Terang tidak berbeda dengan Gelap. Demikian Gelap tidak berbeda dengan Terang. Kesenangan adalah penderitaan itu sendiri. Penderitaan itu adalah Kesenangan. Mereka berdua tidak berbeda.
Di dunia relatif ini, kita melihat segala sesuatu dari sisi Dualitas. Padahal Dualitas adalah ilusi. Bagi Orang yang punya kekayaan 100 miliar dollar, bisa jadi menganggap orang yang punya duit 1 milliar rupiah adalah bukan orang kaya. Bagi seorang pembantu, bisa mempunyai duit 1 milliar rupiah adalah sangat kaya. Bukankah 1 milliar rupiah itu adalah nilai yang sama ? Tetapi mengapa bisa jadi ada perbedaan ?
Bagi mereka yang punya duit 100 milliar dollar. Tiba-tibaa, karena sesuatu hal, duitnya hanya tersisa 1 Milliar Rupiah. Dan mungkin saja, orang yang punya duit 100 milliar dollar, menjadi stress berat. Tetapi di sisi lain, bagi seseorang yang tidak punya 1 milliar, tiba-tiba mempunyai duit 1 milliar, mungkin dia akan kegirangan. Dan di sisi lain yang lain, bagi mereka yang tidak ambil pusing, duit 100 milliar dollar = 1 milliar rupiah = 0 rupiah. Sehingga punya duit 100 milliar, punya duit 1 miliar, duit 0 rupiah, dia tetap tidak terganggu.
Lalu, kamu termasuk yang mana ? Read More..
Malu & Takut yang sesungguhnya
Kenyataannya dalam sehari-hari, kita malu & takut.. kebanyakan bukan karena melakukan perbuatan yang tidak baik. Tetapi kebanyakan malu & takut, karena pendapat & penilaian orang lain. Kebanyakan dari kita lebih rela melakukan perbuatan memalukan tapi diacung jempol oleh teman-temannya, daripada perbuatan baik tetapi dianggap aneh oleh teman-temannya.
Kita perlu belajar mendengarkan suara hati kita terlebih dahulu, daripada suara-suara yang di luar, penilaian teman-teman, keluarga & masyarakat. Karena mayoritas manusia tidak hidup mendengarkan suara hati-nya, mayoritas manusia mengikuti apa yang dianggap benar oleh mayoritas itu sendiri. Jadi berhati-hatilah, tidak semua suara & pendapat mayoritas sesuai, tepat dan baik buat kita.
Seseorang yang bijak akan merasa malu & takut, bila dia melakukan perbuatan yang tercela, yang merugikan dirinya sendiri maupun orang lain. Dia tidak akan bersedia melakukan hal yang tidak pantas, walaupun dianggap pantas & benar di lingkungannya. Read More..
Kita perlu belajar mendengarkan suara hati kita terlebih dahulu, daripada suara-suara yang di luar, penilaian teman-teman, keluarga & masyarakat. Karena mayoritas manusia tidak hidup mendengarkan suara hati-nya, mayoritas manusia mengikuti apa yang dianggap benar oleh mayoritas itu sendiri. Jadi berhati-hatilah, tidak semua suara & pendapat mayoritas sesuai, tepat dan baik buat kita.
Seseorang yang bijak akan merasa malu & takut, bila dia melakukan perbuatan yang tercela, yang merugikan dirinya sendiri maupun orang lain. Dia tidak akan bersedia melakukan hal yang tidak pantas, walaupun dianggap pantas & benar di lingkungannya. Read More..
Ketika Marah, Berdoa dan Ingat Dia
Rasulullah Saw bersabda, ”Allah telah mewahyukan kepada salah seorang Nabi di antara nabi-nabi-Nya: “Wahai keturunan Adam! Berdzikirlah kepada-Ku pada saat engkau marah niscaya Aku akan mengingatmu di saat Aku marah dan Aku tidak akan membinasakanmu di antara orang-orang yang Aku binasakan” (Mizan al-Hikmah 3 : 424)Untuk menghindari kemungkinan-kemungkinan buruk yang diakibatkan dari kemarahan, ada baiknya Anda segera berdo’a untuk mengatasi gejolak emosi yang sering berbalik mengendalikan diri kita.
Di dalam kitab-kitab yang ditulis oleh para alim mazhab Ahlul Bait banyak sekali do’a-do’a yang berfungsi untuk mengatasi kemarahan. Saya hanya mengutip dua buah do’a yang mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua.
Al-Hasan ibn Fadhlin al-Thabarsiy di dalam Kitab yang disusunnya, Makarim al-Akhlaq meriwayatkan sebuah hadits dari Imam al-Shadiq as, bahwa beliau telah berkata, ‘Ucapkanlah do’a ini ketika (Anda sedang dilanda amarah) :
“Allahumma adzHib ‘annii ghaizha qalbi
waghfirlii dzanbii, wa ajirnii min madhaalaatil fitan.
As-alukabi ridhaaka, wa a’udzubika min sakhathika.
As-aluka jannatuka wa a’udzubika min naarika.
As-aluka al-khayr kullahu wa a’udzubika min syarri kullihi.
Allahumma tsabitnii ‘alal hudaa wash-shawaab,
waj ‘alnii raadhiyan mardhiyyan ghairo dhallan
wa laa mudhillan. Shallii ‘alan Nabiyi wa aalihi.”
Artinya : “Ya Allah, hilangkan dariku hati yang suka marah dan ampunilah dosa-dosaku dan jauhkanlah aku dari fitnah yang menyesatkan. Aku memohon kepada-Mu ridha-Mu dan aku berlindung kepada-Mu dari murka-Mu, dan aku memohon kepada-Mu akan surga-Mu dan aku berlindung kepada-Mu dari neraka-Mu. Aku memohon kepada-Mu akan segala kebaikan dan aku berlindung kepada-Mu dari segala keburukan dan kejahatan. Ya Allah, teguhkanlah aku dalam petunjuk dan kebenaran. Dan jadikanlah aku orang yang ridha akan (qadla dan qadar-Mu) dan diridhai (oleh-Mu), bukan orang yang sesat dan disesatkan. Kesejahteraan kiranya atas Nabi (Muhammad) dan keluarganya”
Atau do’a yang singkat :
“Allahummaghfir dzanbii wa adzHib ghaizha qalbi
wa ajirnii minasy syaithaanir rajiim,
wa laa hawla wa laa quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘azhiim”
(Mustadrak al-Wasail 12 : 15)
Artinya : “Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku, dan hilangkan dariku hati yang suka marah dan jauhkanlah aku dari syaithan yang dirajam. Tiada daya dan tiada kekuatan kecuali karena pertolongan dari Allah Yang Mahatinggi dan Mahaagung”
06 April 2009
APAKAH ANDA INGIN MERASA SANGAT BAHAGIA ?

Saya akan ceritakan pada Anda sebuah kisah menggelikan.
Suatu pagi, seorang wanita merasa sedih ketika ia bercermin. Ia menemukan ia hanya memiliki tiga helai rambut di kepalanya. Tiba-tiba, ia tersenyum. “Hari ini,” katanya, “Saya akan mengepang rambut saya!” Dan setelah melakukannya, ia berjalan keluar rumah dan bersenang-senang.
Pagi berikutnya, wanita itu bangun dan merasa sedih tatkala ia bercermin. Ia menemukan ia hanya memiliki dua helai rambut. Tiba-tiba, ia tersenyum. “Hari ini,” katanya, “Saya akan menyisir dengan belahan di tengah.” Setelah ia melakukannya, ia berjalan keluar rumah dan bersenang-senang.
Pagi berikutnya, wanita itu bangun dan merasa sedih tatkala ia bercermin. Ia menemukan ia hanya memiliki sehelai rambut yang
tersisa. Tiba-tiba, ia tersenyum. “Hari ini,” katanya, “Saya akan menyisir rambut saya menjadi berponi.” Setelah ia melakukannya, ia berjalan keluar rumah dan bersenang-senang.
Pagi berikutnya, wanita itu bangun dan merasa sedih tatkala ia bercermin. Ia menemukan tak ada lagi rambut yang tersisa. Tiba-tiba, ia tersenyum. “Yiipiii!” teriaknya kegirangan, “Saya tidak perlu repot dengan rambut hari ini!” Dengan segera, ia berjalan keluar dan bersenang-senang.
Anda ingin menjadi bahagia?
Inilah caranya.
PERBEDAAN ANTARA KESENANGAN DAN KEBAHAGIAAN
Sebuah kue coklat dengan coklat yang tebal memberi kesenangan.
Sebuah film komedi, dengan setoples popcorn, memberi kesenangan.
Sebuah ciuman memberi kesenangan.
Menaiki roller coaster memberi kesenangan.
Apa perbedaan antara kesenangan dan kebahagiaan?
Kesenangan adalah suatu pekerjaan luar.
Sedangkan kebahagiaan adalah suatu pekerjaan bagian dalam.
Kebahagiaan tidak tergantung pada kondisi eksternal apapun. Yap, sekalipun jika Anda hanya memiliki tiga helai rambut di kepala Anda.
Kebahagiaan bukan berarti tidak ada masalah.
Omong-omong, apakah Anda ingin saya tunjukkan beberapa orang yang tidak punya masalah? Bagus. Bawalah sekop Anda dan mari menggali mereka dari kubur mereka.
Alkitab tidak berkata, “Bersukacitalah kadang-kadang.” Atau “Bersukacitalah di saat engkau tidak punya masalah.” Alkitab mengatakan, “Bersukacitalah senantiasa.”
Apakah itu mungkin? Maksud saya, realistislah. Tak seorangpun akan bahagia selama 365 hari setahun.
Tapi Alkitab mengatakan, “Bersukacitalah senantiasa” karena kebahagiaan bukanlah suatu suasana hati.
Kebahagiaan bukan juga suatu perasaan.
Kebahagiaan adalah sebuah cara hidup.
7 KUNCI KEBAHAGIAAN
Saya tahu orang-orang aneh yang berjalan di atas bumi ini yang sungguh-sungguh bahagia. Tidak berlebihan. Tapi sungguh-sungguh merasa sukacita dalam hati mereka. (Hei, Anda mungkin salah satu dari mereka. Selamat!)
Saya kenal mereka. Beberapa dari mereka adalah sahabat saya.
Karena pekerjaan saya, saya bepergian ke seluruh dunia!
Hitungan terakhir: 36 negara. Itu berarti banyak penerbangan, jet lag, dan kehilangan bagasi. Tapi juga berarti saya telah bertemu lebih banyak orang dari rata-rata orang di jalan. Itu bukan hanya soal jumlah atau bermacam-macam orang yang sudah saya temui. Karena saya adalah seorang pengkotbah, saya tidak hanya sudah bertemu mereka, saya sudah menjalin relasi yang cukup dalam dengan beberapa dari mereka. Seperti pada pertemuan pertama kami (atau telepon atau email), mereka membuka hati mereka dan menceritakan pada saya masalah mereka seakan saya adalah belahan jiwa mereka.
Saya beruntung sekali mengenal banyak orang yang mempunyai intensitas di atas batas normal.
Maka saya bertanya pada diri sendiri pertanyaan ini: Siapakah orang paling bahagia yang saya tahu? Saya menuliskan daftar mereka. Setelah mengubah ratusan kali dari ribuan orang yang terekam dalam otak saya, saya mengajukan sebuah pertanyaan yang lebih sulit: Apa kesamaan di antara mereka semua?
Saya menemukan tujuh hal luar biasa yang saya lihat dalam orang-orang yang sungguh-sungguh bahagia.
Saya menyebutnya 7 Kunci Kebahagiaan:
1. Orang yang bahagia menciptakan takdir mereka.
2. Orang yang bahagia sangat menyukai diri mereka.
3. Orang yang bahagia menjaga ikatan.
4. Orang yang bahagia merasa gembira di manapun.
5. Orang yang bahagia menerima perubahan.
6. Orang yang bahagia sangat percaya.
7. Orang yang bahagia mengerjakan tujuan mereka setiap hari.
Ijinkan saya berbagi pada Anda mengapa banyak orang merasa tidak bahagia.
TUBUH ANDA DIRANCANG UNTUK DAPAT MERASAKAN KETAKUTAN
Musuh kebahagiaan bukanlah kesedihan.
Musuh kebahagiaan bukanlah masalah.
Musuh kebahagiaan bukanlah kesepian.
Musuh kebahagiaan adalah ketakutan.
Hidup kita sangat dimotori oleh hal itu. Kita menjalani hidup kita dengan ketakutan.
Dalam buku cemerlang Dan Baker, What Happy People Know (Apa Yang Diketahui Orang-orang Yang Bahagia), ia menjelaskan bagaimana sistem tubuh kita terhubung pada ketakutan.
Otak kita mempunyai tiga bagian. Sel otak, amygdala, dan neocortex. Semakin primitif bagian dari otak kita, sel otak dan amygdala diprogram untuk ketakutan.
Mengapa? Para leluhur kita membutuhkan rasa takut untuk ketahanan fisik mereka. Bayangkan diri Anda hidup di alam liar dengan para singa, serigala, dan kobra di sekeliling Anda. Makhluk berbahaya yang mengendap-endap di balik setiap pohon dan bayangan.
Begitu otak mereka menerima sinyal ketakutan, kelenjar endokrin memproduksi hormon adrenalin dan cortisol. Ini memberi mereka kekuatan super untuk berkelahi atau lari. Dan dalam perkelahian atau pelarian, mereka menghabiskan adrenalin dan cortisol dalam tubuh mereka. Sehat dan baik. Tapi bagaimana dengan kita yang terbiasa duduk di belakang meja dan bekerja dengan komputer?
Kita masih memiliki mekanisme ketakutan yang sama.
Tapi kali ini, kita tidak lagi takut terhadap para singa atau kobra di belakang pohon.
Kita takut akan tagihan kartu kredit yang terus meningkat.
Kita takut pada bos kita.
Kita takut kehilangan pekerjaan kita.
Kita takut akan anak-anak kita - apa yang akan terjadi dengan masa depan mereka?
Kita takut pada usia 35, kita belum juga menikah.
Kita takut kita akan menjadi tua sendirian.
Kita takut akan kehabisan uang.
Kita takut akan penolakan lingkungan.
Kita takut akan kehilangan muka dan malu terhadap lingkungan.
Kita takut akan sakit-penyakit.
Dan semua ketakutan ini begitu nyata, kelenjar endokrin kita juga memproduksi adrenalin dan cortisol. Dan karena kita duduk di belakang meja, sibuk dengan komputer kita, kita betul-betul tidak menggunakannya sedikitpun. Adrenalin dan cortisol menjadi racun dalam tubuh kita, sedikit demi sedikit menghancurkan kesehatan kita.
Makanya, sangat sedikit orang yang merasa bahagia.
Kesimpulan: Jika Anda ingin merasa bahagia, kita perlu mengatasi ketakutan kita.
Bagaimana caranya?
SATU-SATUNYA PENAWAR KETAKUTAN ADALAH…
Dua puluh tahun lalu, seorang teman memberi saya sebuah buku tentang menghadapi ketakutan.
Kesombongan saya merespon padanya: “Terima kasih untuk bukunya. Tapi sejujurnya, saya kira saya tidak membutuhkannya. Saya tidak tahu mengapa, tapi ketakutan bukanlah suatu masalah bagi saya. Saya tidak memiliki ketakutan apapun.”
Sepuluh tahun kemudian, saya menjilat ludah saya sendiri.
Karena setelah sebuah permenungan yang dalam, saya menyadari betapa hidup saya dimotori oleh banyak ketakutan. Banyak hal yang saya lakukan karena rasa takut!
Saya takut apa yang orang lain katakan tentang saya.
Saya takut gagal.
Saya takut orang yang marah.
Saya takut tidak cukup.
Dalam hidup saya, saya telah menemukan bahwa hanya ada satu hal yang dapat mengatasi ketakutan.
Hanya ada satu hal yang lebih berkuasa dari ketakutan.
Satu-satunya penawar ketakutan adalah cinta.
Ketika Anda mengisi hidup Anda dengan cinta, ketakutan Anda akan hilang secara alami.
Saya berbicara tentang cinta terhadap Tuhan, cinta terhadap sesama, cinta terhadap diri sendiri, dan cinta terhadap hidup itu sendiri. Alkitab mengatakan, Kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan, dan saya sungguh-sungguh mempercayainya.
Sebenarnya, ingat 7 Kunci Kebahagiaan yang saya tuliskan di atas? Setiap kunci itu merupakan sebuah aspek cinta - dan setiap kunci dapat menghalau suatu ketakutan tertentu dalam hidup Anda. Begitu ketakutan Anda hilang, kebahagiaan akan membanjiri jiwa Anda.
Saya akan berbicara lebih lanjut tentang ini dalam blog saya berikutnya.
Semoga impian Anda menjadi kenyataan,
Bo Sanchez
– sekian – Read More..
Pengaturan Tuhan Yang Sempurna

Apakah anda percaya bahwa Tuhan tidak hanya mengasihi anda, tetapi tahu dimana anda berada dan apa yang anda sedang lakukan setiap menit? Saya sungguh percaya setelah pengalaman yang sangat menakjubkan yang saya alami beberapa tahun yang lalu. Pada saat itu saya sedang berkendaraan di jalan bebas hambatan 1-75 dekat Dayton, Ohio, bersama dengan isteri dan anak-anak saya. Kami keluar dari jalan bebas hambatan itu di sebuah tempat peristirahatan.
Isteri saya, Barbara, dan anak-anak pergi ke restoran. Saya tiba-tiba merasa butuh meregangkan kaki-kaki saya, sehingga saya menyuruh mereka pergi duluan dan saya katakan akan menyusul mereka kemudian. Saya membeli sekaleng minuman ringan, dan ketika saya sedang berjalan ke toko Dairy Queen, perasaan mengasihani diri sendiri mulai menyelimuti pikiran saya. Saya mengasihi Tuhan, tetapi saya merasa kering dan berbeban berat. Hati saya kosong.
Tiba-tiba deringan tak sabar dari sebuah telpon umum terdekat mengembalikan kesadaran saya. Suara dering telpon itu berasal dari kotak telpon umum di sebuah pompa bensin di sudut jalan. Apakah tidak ada orang yang akan menjawab telpon itu? Suara berisik dari lalu lintas yang ramai ini pastilah menenggelamkan deringan telpon itu karena penjaga pompa bensin terusmengurus para pengendara yang ingin mengisi bahan bakar, tak sadar akan bunyi dering telpon tanpa henti itu.
“Mengapa tidak ada orang yang menjawab telpon itu?” tanya saya. Saya mulai berpikir. “Mungkin telpon itu penting. Bagaimana kalau telpon itu merupakan panggilan darurat?” Rasa ingin tahu mulai mengatasi ketidak-pedulian saya.
Saya melangkah masuk ke telpon umum itu dan mengangkat gagang telpon. “Halo?” kata saya ringan dan menyedot minuman saya.
Dari seberang sana terdengar suara operator yang berkata, “Ini telpon interlokal untuk Pak Ken Gaub.”
Mata saya terbelalak, dan saya hampir tersedak oleh es batu yang ada di mulut saya. Setelah menelan dengan susah payah, saya katakan, “Anda gila deh!” Kemudian karena saya menyadari bahwa saya seharusnya tak berkata begitu kepada seorang operator telpon, saya menambahkan, “Ini tak mungkin! Saya sedang berjalan-jalan, tak menunggu telpon dari siapapun, dan tadi tiba-tiba telpon umum ini berdering…”
“Apakah Pak Ken Gaub ada di sana?” operator telpon itu menyela.
“Ya, ia ada di sini.” Sambil memikirkan penjelasan yang masuk akal, saya was-was apakah ada kamera tersembunyi yang melacak keberadaan saya! Apakah saya sedang dikerjai dalam sebuah acara reality show? Masih kaget dan bingung, saya bertanya, “Bagaimana caranya anda menemukan saya di sini? Saya sedang berjalan-jalan, lalu telpon umum ini berdering, dan saya mengangkat panggilan telpon ini asal-asalan saja. Mungkinkah anda salah panggil?”
“Baiklah,” operator telpon itu bertanya, “apakah Pak Gaub ada di sana atau tidak?” “Ya, saya adalah Ken Gaub,” kata saya, setelah saya akhirnya yakin bahwa panggilan telpon ini sungguhan. Kemudian saya mendengar suara lain berkata, “Ya, itulah dia orangnya, operator. Itulah Ken Gaub.”
Saya mendengarkan seperti orang kebingungan pada suatu suara yang mengenalkan dirinya sendiri, “Saya adalah Millie dari Harrisburg, Pennsylvania. Anda tidak mengenal saya, Pak Gaub, tetapi saya sedang putus asa. Tolonglah saya.”
“Apa yang saya dapat bantu?”
Ia mulai menangis. Akhirnya ia dapat mengendalikan dirinya dan melanjutkan.
“Saya hampir saja bunuh diri, dan telah menulis surat terakhir saya, ketika saya mulai berdoa dan berkata kepada Tuhan bahwa saya sebenarnya tidak mau bunuh diri. Kemudian tiba-tiba saya ingat bahwa saya pernah melihat anda di televisi dan saya pikir seandainya saja saya dapat berbicara dengan anda, anda mungkin dapat menolong saya. Saya tahu bahwa hal itu mustahil karena saya tidak tahu bagaimana saya dapat menghubungi anda. Saya juga tidak tahu siapa yang dapat menolong saya untuk menghubungi anda. Kemudian beberapa angka datang ke pikiran saya, dan saya menuliskannya. Sampai titik ini wanita itu mulai menangis lagi, dan saya berdoa di dalam hati memohon hikmat Tuhan untuk menolongnya. Ia melanjutkan, “Saya melihat deretan angka itu dan berpikir, `Mungkinkah saya mendapat mukjizat dari Tuhan, dan Ia memberikan telpon Pak Ken’ Saya akhirnya memutuskan untuk mencoba menelpon anda dengan menggunakan deretan angka itu. Saya tak habis mengerti bahwa sekarang saya sedang berbicara dengan Bapak. Apakah anda mempunyai kantor di Kalifornia?”
Saya menjawab, “Bu, saya tidak punya kantor di Kalifornia. Kantor saya di Yakima, Washington.”
Dengan terkejut dia bertanya, “Oh, ya? Lalu anda sekarang ada dimana?”
“Apakah anda tidak tahu?” jawab saya. “Kan anda yang menelpon saya duluan.”
Wanita itu menjelaskan, “Tetapi saya bahkan tidak tahu saya sedang menelpon kemana. Saya hanya meminta operator untuk menekan tombol telpon sesuai dengan deretan angka yang saya tulis di kertas ini.”
“Bu, mungkin anda tidak percaya, tetapi saya sekarang sedang berada di sebuah telpon umum di Dayton, Ohio!”
“Sungguh?” serunya. “Jadi, sedang apa anda sekarang?”
Saya menggodanya, “Yah, sekarang saya sedang menelpon anda. Saya sedang berada di sebuah tempat peristirahatan di jalan bebas hambatan menuju Dayton, Ohio. Telpon ini berdering ketika saya sedang berjalan-jalan, sehingga saya mengangkatnya. ”
Karena saya tahu bahwa pertemuan ini mustahil terjadi tanpa pengaturan Tuhan, saya mulai mengonseling wanita itu. Setelah wanita itu menceritakan keputus-asaannya dan frustrasinya, hadirat Roh Kudus membanjiri kotak telpon umum itu dan memberi saya perkataan hikmat di luar kemampuan saya. Dalam waktu beberapa saat, akhirnya wanita itu mau menyerahkan dirinya kepada Tuhan dalam sebuah doa pertobatan dan bertemu dengan Pribadi yang akan
menuntunnya keluar dari situasinya yang buruk dan memulai hidup baru.
Saya berjalan keluar dari kotak telpon umum itu dengan perasaan merinding tentang kepedulian Bapa Sorgawi terhadap setiap anak-anak-Nya. Bagaimana mungkin hal ini merupakan suatu peristiwa kebetulan? Dengan semua telpon umum yang berjumlah jutaan dan kombinasi angka yang tak terhitung, hanya Bapa yang Mahatahu yang dapat menyebabkan wanita itu menghubungi kotak telpon umum itu dalam waktu yang tepat. Dengan melupakan minuman ringan saya dan sangat takjub dengan pengalaman ini, saya berjalan kembali menuju keluarga saya, sambil mengira-ngira apakah isteri saya akan mempercayai kisah saya. Mungkin saya sebaiknya tidak menceritakan hal ini, saya pikir, tetapi saya tak dapat menahannya. “Barbara, kamu pasti tidak percaya! Tuhan tahu dimana saya berada lho!” Read More..
Cara Pandang Anda Untuk Sebuah Penghargaan

Seorang penjual daging mengamati suasana sekitar tokonya. Ia sangat terkejut melihat seekor anjing datang ke samping tokonya. Ia mengusir anjing itu, tetapi anjing itu kembali lagi. Maka, ia menghampiri anjing itu dan melihat ada suatu catatan di mulut anjing itu. Ia mengambil catatan itu dan membacanya, “Tolong sediakan 12 sosis dan satu kaki domba. Uangnya ada di mulut anjing ini.”
Si penjual daging melihat ke mulut anjing itu dan ternyata ada uang sebesar 10 dollar di sana. Segera ia mengambil uang itu, kemudian ia memasukkan sosis dan kaki domba ke dalam kantung plastik dan diletakkan kembali di mulut anjing itu. Si penjual daging sangat terkesan. Kebetulan saat itu adalah waktu tutup tokonya, ia menutup tokonya dan berjalan mengikuti si anjing.
Anjing tersebut berjalan menyusuri jalan dan sampai ke tempat penyeberangan jalan. Anjing itu meletakkan kantung plastiknya, melompat dan menekan tombol penyeberangan, kemudian menunggu dengan sabar dengan kantung plastik di mulut, sambil menunggu lampu penyeberang berwarna hijau. Setelah lampu menjadi hijau, ia menyeberang sementara si penjual daging mengikutinya. Anjing tsb kemudian sampai ke perhentian bus, dan mulai melihat “Papan informasi jam perjalanan “.
Si penjual daging terkagum-kagum melihatnya. Si anjing melihat “Papan informasi jam perjalanan ” dan kemudian duduk disalah satu bangku yang disediakan. Sebuah bus datang, si anjing menghampirinya dan melihat nomor bus dan kemudian kembali ke tempat duduknya. Bus lain datang. Sekali lagi bus lainnya datang. Sekali lagi si anjing menghampiri dan melihat nomor busnya. Setelah melihat bahwa bus tersebut adalah bus yang benar, si anjing naik. Si penjual daging, dengan kekagumannya mengikuti anjing itu dan naik ke bus tersebut. Bus berjalan meninggalkan kota, menuju ke pinggiran kota. Si anjing Melihat pemandangan sekitar. Akhirnya ia bangun dan bergerak ke depan bus, ia berdiri dengan 2 kakinya dan menekan tombol agar bus berhenti. Kemudian ia keluar, kantung plastik masih tergantung di mulutnya.
Anjing tersebut berjalan menyusuri jalan sambil dikuti si penjual daging. Si anjing berhenti pada suatu rumah, ia berjalan menyusuri jalan kecil dan meletakkan kantung plastik pada salah satu anak tangga. Kemudian, ia mundur, berlari dan membenturkan dirinya ke pintu. Ia mundur, dan kembali membenturkan dirinya ke pintu rumah tsb. Tidak ada jawaban dari dalam rumah, jadi si anjing kembali melalui jalan kecil, melompati tembok kecil dan berjalan sepanjang batas kebun tersebut. Ia menghampiri jendela dan membenturkan kepalanya beberapa kali, berjalan mundur, melompat balik da menunggu di pintu.
Si penjual daging melihat seorang pria tinggi besar membuka pintu dan mulai menyiksa anjing tersebut, menendangnya, memukulinya, serta menyumpahinya. Si penjual daging berlari untuk menghentikan pria tersebut, “Apa yang kau lakukan ..? Anjing ini adalah anjing yg jenius. Ia bisa masuk televisi untuk kejeniusannya. ” Pria itu menjawab, “Kau katakan anjing ini pintar …? Dalam minggu ini sudah dua kali anjing bodoh ini lupa membawa kuncinya ..!”
Mungkin hal serupa pernah terjadi dalam kehidupan Anda. Sesuatu yang bagi Anda kurang memuaskan, mungkin adalah sesuatu yang sangat luar biasa bagi orang lain. Yang membedakan hanyalah seberapa besar penghargaan kita. Pemilik anjing tidak menghargai kemampuan si anjing dan hanya terfokus pada kesalahannya semata, sehingga menganggapnya anjing yang bodoh. Sebaliknya, sang pemilik toko menganggap anjing tersebut luar biasa pintarnya karena mampu berbelanja sendirian.
Mungkin kita tidak pernah menyadari bahwa setiap harinya kita menghadapi pilihan yang sama. Kita punya dua pilihan dalam menghadapi hidup ini, apakah hendak mengeluh atas berbagai hal yang kurang memuaskan, atau bersyukur atas berbagai karunia yang telah kita terima. Semuanya terpulang pada diri Anda sendiri.
– sekian – Read More..
Akulah Orang Paling Menderita Di Dunia

Ya, begitulah.. kalo lagi ditimpa masalah dan aku tidak dapat menahannya, langsung aku kecewa dan marah2 dan aku mulai merasa “Akulah Orang Paling Menderita di Dunia”.. he.he. jangan ketawa.. karena ini bukan hanya terjadi pada diri saya, tetapi hampir setiap orang yang saya temui yang sedang mengeluh permasalahannya, memberikan gejala2 seperti ini.. “Akulah Orang Paling Menderita di Dunia”.
Tetapi… Apa Benar ??? Kamu , Saya adalah Orang Paling Menderita Di Dunia ?
Mengapa bisa muncul pemikiran demikian, “Akulah Orang Paling Menderita Di Dunia ?” Itu karena kita terlalu fokus kepada diri kita sendiri, kita jarang memperhatikan keberadaan orang lain, Kita tidak peka dan tidak mau tau akan realita kehidupan orang-orang lain di dunia ini. Bila orang lain di palestina sana kena bom, bagi kita tidak masalah. Tapi kalo kita sakit gigi, kita akan merasa “Akulah Orang Paling Menderita di Dunia”.. GIla kan, cuman sakit gigi saja, kamu, aku sudah merasa sangat menderita..
Biasanya orang2 yang suka mengeluh semacam ini adalah orang-orang yang egois, yang mementingkan dirinya sendiri, yang jarang mau mengulurkan tangannya untuk membantu orang lain, cenderung menutup diri terhadap orang lain, suka hura-hura, foya-foya dan mengabaikan Kerohanian.. Apalagi jika Anda adalah tipe orang yang suka teriak kepada pembantu.. anak orang kaya gitu loh ngakunya.. dikit2 teriak ke pembantu untuk ambil ini, ambil itu, masak ini, masak itu.. bahkan cuci piring sendiri aja pake pembantu, sendiri ga ngapain2.. sudahlah.. Anda pasti akan menjadi calon “Akulah Orang Paling Menderita di Dunia”.
Tidak ada orang lain yang dapat membantu dirimu.. diriku.. kecuali bila kita sendiri ada kesadaran mau untuk berubah. Read More..
Kita Cuman Bisa Mengkritik, Tapi Tidak Bisa Kasih Solusi

Mengkritik seperti sudah menjadi budaya sebagian besar orang dalam masyarakat kita. Bahkan kemampuan mengkritik terkadang dijadikan ukuran tingkat kecerdasan seseorang. Semakin mampu seseorang mengkritik, semakin cerdas pula orang tersebut dianggap.
Kalau dipikir-pikir sepertinya kita memang dibesarkan dan dididik untuk menjadi manusia-manusia kritikus. Dari kecil kita sering terlibat dalam mencari letak kesalahan daripada mencari solusi, lebih sering mencari siapa yg harus bertanggungjawab daripada bekerjasama menyelesaikannya bersama-sama. Lebih sering membicarakan kekurangan daripada memuji kelebihan pihak lain. Kebiasaan-kebiasaan seperti itulah yg sedikit banyak berperan menciptakan manusia terbiasa fokus pada sisi yg buruk saja.
Apabila orang lain mengemukakan suatu ide, pendapat atau konsep yang kelemahannya terlihat oleh kita, langsung kita “gatal” kalau tidak mengkritik. Bukan memberi ide yang lebih baik atau ide untuk melengkapi dan menyempurnakan, tetapi sebaliknya kita selalu memikirkan dan mengangkat sisi negatifnya. Mengapa demikian ? karena sadar atau tidak, kritis sudah menjadi bagian dari diri kita.
Saya bukan anti terhadap “tukang kritik”. Karena kritik mengkritik sebenarnya bukanlah hal yang buruk, malah sebaliknya bisa menjadi vitamin dan motivator bagi pihak yg dikritik. Kritik yang disampaikan dengan baik, tepat waktu dan tepat sasaran adalah kritik yang sangat bermanfaat. Istilahnya orang-orang “kritik membangun”.
Tapi kalau kita dipikir-pikir lebih jauh lagi, menyempurnakan ide yang kurang sempurna atau yang tidak sesuai dengan pola pikir kita, tidak selalu harus menggunakan kritik, apalagi kritik menjatuhkan. Bisa dengan cara sebaliknya yaitu memberi ide lain yg benar-benar baru / orisinil yang lebih baik. Atau bisa juga hanya dengan membantu memberi ide yang bersifat memperbaiki bagian yang menurut kita kurang baik. Ironisnya, lebih banyak “orang cerdas” yang hanya pandai mengkritik tetapi tak mampu memberikan ide yang lebih baik daripada ide yang sedang ia kritik. Entah orang-orang jenis
ini sebenarnya hanya pandai melihat sisi negatif orang lain atau memang benar-benar pintar, hanya saja kreatifitas dia sering tertutup oleh kebiasaan kritik mengkritik, sehingga bukan mustahil dirinya juga menjadi kurang percaya diri untuk mengemukakan ide. Takut berbuat salah, malu kalau ternyata idenya tidak diterima, keliru dan lantas dikritik habis-habisan. Jadi hanya melontarkan kritik tanpa dasar, tanpa penjelasan, tidak ada uraian dan masukan apapun yang bisa dia angkat.
Budaya dan lingkungan seperti ini cenderung membuat kemampuan kreatifitas seseorang dan lingkungannya sulit berkembang, bahkan mematikan. Tidak heran kita lebih gampang mendapat orang-orang “pintar” -yang memperoleh predikat pintar karena kemampuan mengkritiknya- , tapi tidak kreatif dalam solusi apalagi inovatif.
Dalam berkomunikasi, baik di dunia nyata maupun maya, semuanya perlu belajar untuk melihat semua hal dari sisi positif. Perlu belajar berkontribusi memberi ide positif yang mencerahkan daripada menebar kritikan semata-mata yang semakin membuat kita menjadi manusia-manusia yang terbiasa melihat dari sisi negatif dan memenuhi pikiran dengan muatan negatif.
Meskipun tidak dapat dikatakan kebiasaan dan karakter yang terbentuk dari kebiasaan ini sepenuhnya jelek, tetapi berhati-hatilah dengannya. Kalau tidak, kebiasaan seperti ini bisa menjadi sumber penderitaan, ketidakbahagiaan hidup. Karena kemana dan dimanapun dia berada, sisi negatif setiap hal selalu dicari, terlihat lebih jelas dan lebih penting baginya,
bahkan menutupi sisi positif yang sesungguhnya lebih besar. Kemampuan menghargai dan bersyukur atas kelebihan yang dimiliki pun semakin lemah dan cenderung pesimistis.
Sekali lagi, bukan bermaksud anti terhadap kritikan dan tulisan ini pun adalah bukti saya juga sedang melakukan kritik. Tetapi sekedar ingin mengingatkan diri sendiri sekaligus mengajak teman-teman (yg barangkali merasa seperti saya yang pintar kritik) untuk membiasakan diri berpikir dan menggunakan kalimat positif.
Diakhir kritikan ini saya akan mulai dari sendiri menawarkan solusi yang dengannya mudah-mudahan kita bisa mengemukan kritikan sekaligus memberi ide. Misalnya dengan membiasakan pertanyaan : “Mengapa tidak menggunakan cara … , sebab setahuku.. ?” atau “Mengapa tidak lewat …. karena berdasarkan pengalamanku … ” atau “Apakah tidak sebaiknya .. ?”, “Apakah tidak lebih baik lebih baik.,menurutku bla bla …. ?” dst.
Dan sebagai latihan awal, cobalah cari sisi positif / baik dari tulisan ini daripada mencari kelemahannya. Oleh karena itu, jangan ada yang mengkritik tulisan ini. Hahaha… relaks.jangan terlalu serius. Read More..
Masjid Istiqlal dibangun atas desain Pemeluk Agama Kristen Yang Taat

Indonesia adalah negara dengan populasi umat muslim terbesar di dunia. dan Masjid Istiqlal di Jakarta adalah masjid terbesar di Asia Tenggara. Nama Istiqlal berarti kemerdekaan. Sesuai dengan namanya masjid ini dibangun sebagai rasa syukur bangsa Indonesia kepada Tuhan atas berkah kemerdekaan negara indonesia. Masjid seluas 9,5 hektar ini dibangun atas ide beberapa ulama tahun 1953, yang disetujui presiden pertama Indonesia, Soekarno dan mengadakan sayembara maket desain masjid. Pada tanggal 5 Juli 1955, Presiden Sukarno memutuskan desain dengan Tema ”Ketuhanan” karya Frederich Silaban dipilih sebagai pemenang sayembara model masjid Istiqlal.
Toleransi beragama yang tinggi sedari dulu telah ditunjukkan oleh umat beragama di Indonesia, masyarakat saling membantu untuk membangun tempat ibadah, tidak jarang kemudian dibantu oleh umat agama lain. Demikian halnya dalam pembangunan Mesjid Agung Istiqlal. Sang arsitek Frederich Silaban yang merupakan lulusan terbaik Academi van Bouwkunst Amsterdam tahun 1950 adalah penganut Kristen Protestan yang taat.
Kebesaran jiwa dari umat Islam sangat jelas terlihat disini. Mereka mau menerima pemikiran atas desain tempat ibadah mereka dari seorang yang non muslim. Demikian juga dengan Friedrich Silaban, sang arsitek, Beliau menunjukkan kebesaran jiwanya dengan terbukanya hati dan pikirannya untuk mengerjakan mesjid yang sangat monumental tersebut. Untuk menyempurnakan rancangan masjid Istiqlal, Bapak Frederich Silaban mempelajari tata cara dan aturan orang muslim melaksanakan shalat dan berdoa selama kurang lebih 3 bulan. Selain itu ia juga mempelajari banyak pustaka mengenai masjid-masjid di dunia.
Masjid Istiqlal ini bergaya arsitektur Islam moderen. Di balik gagahnya bangunan Masjid Istiqlal ini tersirat berbagai simbol ajaran Islam. Masjid Istiqlal menerapkan prinsip desain minimalis dan secara umum terdiri dari bangunan utama, bangunan pendahulu dengan teras pendamping, teras raksasa terbuka, teras keliling dan bangunan menara. Konstruksi bangunannya berlantai lima dan didominasi batu marmer dan besi anti karat mulai dari lantai, dinding hingga kubahnya.
Halaman Masjid Istiqlal seluas 9,5 hektar, dengan 7 buah pintu gerbang masuk. Di halaman masjid terdapat jembatan dan air mancur yang berada di tengah-tengah kolam. Halaman masjid dikelilingi pepohonan yang rindang agar suasana masjid terasa sejuk sehingga akan menambah kekhusukan jamaah beribadah di masjid ini.
Bangunan menara adalah bangunan yang meruncing ke atas setinggi 6.666 cm atau 66,66 meter dengan diameter 5 meter, berfungsi sebagai tempat Muadzin mengumandangkan azan sebagai tanda tiba waktu sholat. Ketinggian menara ini sebagai simbol dari jumlah ayat yang terdapat dalam Al Qur’an.
Bangunan utama masjid ini adalah area sholat utama yang berukuran 75 m x 75 m, dengan ketinggian langit-langit 19 meter.Bangunan ini juga memiliki kubah berdiameter 45 meter terbuat dari kerangka baja stainless stell dengan ketinggian 47 meter. Bagian luar kubah dilapisi keramik, dan bagian dalam langit-langitnya dilapisi stainless steel.
Bagian atas kubah dipasang penangkal petir berbentuk lambang bulan dan bintang.Diameter 45 meter merupakan simbol penghormatan dan rasa syukur atas kemerdekaan Indonesia di tahun 1945. Bagian dalam di bawah sekeliling kubah terdapat kaligrafi Surat Alfateha, Surat Thaha ayat 14, Ayat Kursi, dan Surat Al Ikhlas. Di bagian dalam kubah ditopang oleh 12 pilar berdiameter dari beton dan dilapisi dengan stainless steel, dengan tinggi 12 meter. Angka ini merupakan simbol angka tanggal kelahiran nabi Muhammad SAW yaitu 12 Rabiul Awal.
Tempat wudhu terdapat di beberapa lokasi di lantai dasar yang dilengkapi dengan kran khusus sebanyak 660 buah. Sehingga secara bersamaan 660 orang dpt berwudhu sekaligus. Masjid Istiqlal ini dapat menampung sekitar 120.000 jamaah yang melakukan ibadah secara serentak bersama-sama dalam masjid ini.
Sampai disini perjalanan kami di Masjid Istiqal Jakarta. Salam kami dari Jakarta Indonesia Tetaplah menyaksikan Supreme Master Television. Semoga hidup Anda diberkahi dengan kebahagian dan kedamaian. Read More..
Kebahagiaan Itu Dibuat, Bukan Dicari

Jika membicarakan kebahagiaan, tentu kita ingat juga kata cinta. Sebab kebahagiaan identik dengan keberadaan cinta. Kita harus
mengetahui diri sendiri, apa yang membuat kita merasa bahagia. Sebab, kebahagiaan harus kita sendiri yang membuat, bukan kita yang mencarinya.
Pabrik kebahagiaan berada di dalam sanubari kita sendiri. Percuma Anda pergi ke ujung dunia untuk mencari kebahagiaan. Kebahagiaan tak akan Anda dapatkan di mana pun, kecuali Anda yang membuat diri berbahagia di mana pun dan kapan pun.
Faktor yang paling penting untuk membuat kita tetap sehat, sejahtera, dan bahagia, adalah mencintai dan merasa dicintai.
Bersikaplah realitis dan rencanakan sejumlah mukjizat untuk diri sendiri dan merasakan kebahagiaan itu datang dan terjadi pada kita, sebab cinta itu perlu keutuhan tubuh, pikiran, dan jiwa.
Cinta seperti segala sesuatu lainnya adalah sebuah pilihan.
Pada setiap saat dalam perjumpaan dengan orang lain, atau dalam setiap pikiran tentang diri kita sendiri, kita memiliki suatu
pilihan: entah untuk menghakimi atau coba untuk mengerti terhadap apa yang sedang dihadapi, yang harus dijalani, dan yang akan
direncanakan.
Energi Cinta
Cinta adalah energi. Rasakan energi itu mengalir ke dalam bagian tubuh kita, maka kita merasakan satu kehangatan, kedamaian, dan kebahagiaan, memasuki tubuh dan sanubari.
Dan energi cinta itu tidak harus selalu kita dapatkan dari luar. Justru yang paling manjur adalah cinta yang dihasilkan dari diri
kita sendiri.
Dengan mencintai dan jujur pada diri kita sendiri tentang arti cinta, maka kita tidak akan menyia- nyiakan cinta yang sudah ada dan ber- tumbuh dalam diri kita. Itulah awal pabrik kebahagiaan berproduksi dalam hati.
Sering terjadi pada banyak pasangan yang menyia-nyiakan perasaan cinta, yang tadinya menjadi suatu awal untuk keputusan hidup bersama. Kita sering lengah untuk memelihara cinta tersebut.
Cinta yang dalam adalah dalam bentuk kasih sayang yang bisa kita ibaratkan seperti sebuah otot dalam tubuh kita, semakin dilatih dan dipelihara, maka akan jadi semakin kuat dan semakin bermanfaat untuk melancarkan gerakan dalam hidup.
Pada saat cinta mulai memudar dan perlahan tapi pasti kasih sayang terhadap pasangan mulai menghilang, maka kita baru sadar bahwa selama ini kita tidak menghargai keberadan cinta pasangan kita.
Di saat kita memiliki penuh, justru kita sia-siakan! Tetapi, di saat kita mulai merasa terancam kehilangan, kita berusaha mati-matian untuk mendapatkan pengakuan bahwa dia harus tetap menjadi milik kita!
Sayangnya, dalam berjuang mempertahankan atau mencoba mengembalikan cinta pasangan, yang banyak terjadi adalah kita tidak kembali merebut cinta dengan cinta. Kita salah langkah, salah bertindak, juga salah mengadaptasikan kembali cinta itu pada keharmonisan hubungan.
Maka, yang terjadi adalah cinta semakin jauh untuk dikembalikan, semakin jauh untuk diraih, karena kita membuat hubungan menjadi semakin membara dengan argumentasi yang mau menang sendiri, dengan amarah yang panas dan membuat cinta menjadi hanya legenda yang pernah ada dalam hubungan sebagai pasangan. Cinta musnah dibakar api amarah dan cemburu.
Mudah Sirna
Kenapa cinta yang membawa kebahagiaan pada pasangan menjadi begitu mudah sirna? Cinta yang demikian cepat pudar dan akhirnya lenyap dimakan waktu, antara lain adalah cinta yang diawali kata “karena” atau kata “kalau”.
Cinta bisa abadi dan penuh toleransi jika sudah melebur dan berubah menjadi cinta dimulai dengan kata “walau” atau “walaupun”.
Contoh cinta yang diawali kata “karena” adalah “Karena kamu cantik, maka aku mencintaimu! ” Kemudian, “Karena kamu seorang direktur, maka saya mencintaimu! ”
Lalu, contoh cinta yang diawali kata “kalau” adalah “Kalau kamu cinta saya, maka kamu seharusnya memenuhi kebutuhan saya!”
atau “Kalau kamu cinta saya, maka kamu selalu memperhatikan saya!”
Nah, bandingkan bunyi kalimat cinta yang diawali kata “walau”.
“Walaupun hidup kita kekurangan, tetapi saya tetap mencintaimu! ”
Begitu juga dengan, “Walau kamu sekarang di-PHK, saya tetap mencintaimu! ” atau “Walau sekarang kulitmu sudah keriput, aku tetap mencintaimu! ”
Banyaknya pasangan yang membekali diri untuk hidup bersama dengan cinta berawalan “karena” dan “kalau”, maka keluhan yang paling sering terdengar dalam ruang konsultasi adalah “serumah, tapi terasa asing” dan “setempat tidur, tapi tidak tertarik lagi”.
Cinta “karena” dan cinta “kalau” mudah pudar dan luntur. Berbeda dengan cinta “walau” yang penuh toleransi, penuh pengertian, bahkan penuh maaf atas apa yang terjadi pada pasangan kita.
Kita mampu berkata, “Walau kamu menyakiti saya, tetapi saya tetap menyayangimu. ”
Pilihan ada pada diri kita sendiri, mau berbahagia ya berusahalah dan berjuanglah dalam membuat kebahagiaan itu di sanubari kita.
Sebab, kebahagiaan itu merupakan energi yang menular. Kita tidak bisa membuat orang di lingkungan kita berbahagia, tanpa diri kita sendiri bahagia.
Bagaimana kita mau membuat orang di sekitar tersenyum, jika kita sendiri tidak mampu tersenyum karena hati penuh energi busuk yang dihasilkan dari amarah, rasa benci, jengkel dan merasa dipermainkan, dan sebagainya? Read More..
Langganan:
Postingan (Atom)
