22 April 2009

Apa jadinya jika Anda punya email ? : )

1 komentar

Dikisahkan seorang pekerja melamar pekerjaan ke Microsoft sebagai office boy. Manager HRD mewawancarainya dan melihat kemampuannya membersikan lantai sebagai bagian dari test. “Kami akan memperkerjakan kamu”, kata manager HRD, “Tuliskan alamat email anda, saya akan mengirimkan aplikasi untuk diisi beserta pemberitahuan kapan anda mulai bekerja”.

Pelamar menjawab bahwa ia tidak memiliki alamat email. “Maafkan saya”, kata manajer HRD, “Jika anda tidak memiliki email berarti anda tidak ada, dan ini berarti kami tidak bisa memberikan pekerjaan kepada seseorang yang tidak ada”.

Pelamar pergi dengan langkah lunglai tanpa pengharapan. Ia tidak tahu apa yang harus dilakukan. Di dompetnya hanya berisi 10$. Kemudian dia memutuskan untuk pergi ke supermarket dan membeli 10kg tomat. Kemudian ia menjual tomat tersebut ke rumah-rumah didekatnya. Kurang dari 2 jam ia berhasil menggandakan modalnya.

Kemudian ia mengulangi hal ini sebanyak 3 kali dan kembali ke rumah dengan 60$ di tangannya. Ia menyadari bahwa ia dapat hidup dengan cara ini. Kemudian hari-hari berikutnya ia bangun lebih pagi dan pulang lebih larut. Dan uangnya menjadi dua atau tiga kali lebih banyak tiap harinya. Ia memutuskan membeli sebuah gerobak, kemudian truk, sehingga ia memiliki armada sendiri untuk pengiriman.

5 tahun kemudian ia telah menjadi salah seorang pedagang makanan terlaris di Amerika. Dengan tambahan kekayaan ia mulai memikirkan tentang keluarganya dan masa depannya. Ia memutuskan untuk mencari asuransi jiwa.

Kemudian ia memanggil seorang broker asuransi. Setelah memutuskan rencana asuransi yang dibeli, sang Broker menanyakan alamat emailnya. Dan dengan singkat ia mengatakan bahwa ia tidak memiliki email. Sang broker menjawab dengan heran, “tanpa memiliki email saja anda sudah memiliki perusahaan yang sukses, dapatkah anda bayangkan apa jadinya anda jika anda memiliki sebuah email?”

“Tentu saja saya tahu”, jawab si miliuner baru, “Saya akan menjadi office boy di Microsoft”. Read More..

06 April 2009

Tiga Permintaan Dari Beruang dan Kelinci kepada Sun Go Kong

0 komentar


Suatu hari Sang Dewa Monyet alias Sun Go Kong dibuang ke tengah hutan belantara karena kesalahannya membuat film sinetron. Hutan itu begitu luasnya dan gelap gulita, maka sambil menggerutu Sun Go Kong berusaha keluar dari hutan tersebut.

Sudah berjalan sekian lamanya ia tidak juga ia bertemu dengan makhluk hidup. Sampai pada akhirnya bertemulah dia dengan seekor Beruang yang sedang mengejar seekor Kelinci. Wah, betapa gembiranya Sun Go Kong, hingga akhirnya dia bicara pada kedua makhluk itu.

Sun Go Kong: “Eee… stop kalian berdua sudahlah jangan berkelahi begitu, perkenalkan aku Sun Go Kong akan mengabulkan tiga permintaan untuk kalian berdua, karena aku sangat senang dapat bertemu dengan mahluk hidup seperti kalian. Nah, untuk yang pertama kau Beruang minta apa??”

Beruang: “Ooo… aku ingin semua beruang di hutan ini menjadi Beruang Perempuan, kecuali aku.”

SGK: “Baik ini aku penuhi permintaan kamu”, maka jadilah semua beruang di hutan itu menjadi beruang perempuan. “Dan kamu Kelinci, kamu minta apa??”

Kelinci: “Kalau aku ingin sebuah Helm saja.”

Beruang: “Dasar Kelinci goblok, kamu buat apa minta helm??”

SGK: “Sudah jangan ribut lagi, kamu beruang, kamu minta apa lagi??”

Beruang: “Aku jelas minta semua beruang di hutan sebelah jadi Beruang Perempuan semua.”

SGK: “Dasar gila kamu, tapi OK-lah aku penuhi maumu dan kamu kelinci mau minta apa???”

Kelinci: “Aku minta motor Super Bike yang paling cepat.”

Beruang: “Sudah gila bener ini kelinci, buat apa motor itu.”

Kelinci: “Diam kamu, kau tahu apa…??”, katanya sambil menstarter motor tersebut

SGK: “Sudah lah jangan ribut lagi, kamu minta apa lagi Beruang??”

Beruang: “Aku mau minta yang hebat, minta semua beruang di dunia ini jadi beruang perempuan semuaaaa???”

SGK: “Beruang gila seks bener kamu yaah, dan kamu Kelinci ayo minta apa lagi jangan kalah sama Beruang??”

Kelinci: “Aku minta…, (sambil memasukkan gigi satu motor tsb )… minta Beruang ini jadi Homo”. Dan kelinci langsung tancap gas…
kabur!!!
Read More..

si Cadel dan Tukang Nasi Goreng

1 komentar
Seorang cadel ingin membeli nasi goreng yang sering mangkal di dekat

rumahnya.

Cadel: Bang, beli nasi goleng satu

Abang: Apa…? (ngledek)

Cadel: Nasi goleng!

Abang: Apaan ? (ngledek lagi)

Cadel: Nasi goleng!!!

Abang: Ohh nasi goleng…

Sambil ditertawakan oleh pembeli yang lain dan pulanglah si cadel

dengan sangat kesal.

Sesampainya di rumah dia bertekad untuk berlatih mengucapkan

“nasi goreng” dengan benar. Hingga akhirnya dia mampu mengucapkan

dengan baik dan benar.

-

Hari 2…..

Dengan perasaan bangga, si cadel ingin menunjukkan bahwa dia bisa

mengucapkan pesanan dengan tidak cadel lagi.

Cadel: Bang, saya mau beli NASI GORENG, bungkus!!!

Abang: Ohh…pake apa?

Cadel: …pake telol… (sambil sedih)

Akhirnya kembali dia berlatih mengucapkan kata “telor” sampai benar.

-

Hari 3……

Untuk menunjukkan bahwa dia mampu, dia rela 3 hari berturut - turut makan

nasi goreng.

Cadel: Bang, beli NASI GORENG, pake TELOR!!! bungkus!

Abang: Ceplok atau dadar?

Cadel: Dadal… (dengan spontan)

Kembali dia berlatih dengan keras.

-

Hari 4…….

Dengan modal 4 hari berlatih lidah hari ini dia yakin mampu memesan dengan

tanpa ditertawakan.

Cadel: Bang, beli NASI GORENG, pake TELOR, di DADAR!

Abang: Hebat kamu ‘del, udah nggak cadel lagi nich, harganya Rp.2500 del…!

Si cadel menyerahkan uang Rp.3000 kepada si abang, namun si abang

tidak memberikan kembaliannya, hingga si cadel bertanya :

Cadel: Bang, kembaliannya?

Abang: Oh iya, uang kamu Rp.3000, harganya Rp.2500, kembalinya berapa

del?(sambil senyum ngledek)

Si cadel gugup juga untuk menjawabnya, dia membayangkan besok bakal makan

nasi goreng lagi. Tapi akhirnya dia menjawab “GOPEK…!!! “.

Sambil tersenyum penuh kemenangan.

-

INTI DALI CELITA INI ADALAH HIDUPLAH TELUS DGN PENUH PELJUANGAN !!

JANGAN MENYELAH YACH !!
Read More..

Kisah Nyata : Empat Laki2 itu Memperlakukan Aku Dengan Kasar

0 komentar


Sebut saja namaku Djie..

Dan aku masih ingat ketika seorang ibu mendandaniku sehingga tampak sangat cantik sekali.

Kisah sedihku ini dimulai ketika seorang dengan wajah seram datang ke tempatku dengan mulut bau minuman, dengan suara serak meminta dengan paksa supaya aku ikut dengannya.

Kulihat dia menyelipkan uang ke tangan ibu yang menjagaku sambil menyeringai memperlihatkan deretan gigi yang hitam-hitam menjijikan. Tapi apa dayaku sehingga aku pun terpaksa ikut dengannya meski entah apa yang terjadi pada diriku ini.

Aku memang lemah dan tak punya kekuatan untuk menolaknya. Dibawanya aku pergi sehingga tak berapa lama kudengar dari kejauhan suara cekikikan wanita-wanita. Semakin dekat dengan tempat itu, aku melihat ada 4 orang laki-laki ditemani wanita-wanitanya sambil minum-minum. Ahhh minuman keras lagi?

Orang yang membawaku masuk dalam kumpulan orang-orang itu yang ternyata temannya, sambil memandangi diriku dengan penuh nafsu dan kelihatannya aku mau dimakan hidup-hidup. Tiba-tiba tangannya menyentuh diriku. Merabaku sehingga tak ada lagi di seluruh tubuhku yang tidak dijamahnya aku tak bisa berkata apa-apa.

Dan sekali lagi aku memang lemah serta tak punya kekuatan untuk menolak tingkah laku orang ini. Melihat apa yang dilakukannya pada diriku, keempat temannya ternyata tidak tinggal diam. Sambil teriak-teriak “Aku mau, aku mau donk !!!”

Akupun juga mengalami perlakuan yang paling menyedihkan, akhirnya secara bergiliran mereka pun menjamahku dari ujung ke ujung dengan penuh kepuasan dan bukan itu saja yang mereka lakukan mereka mulai mengulum dan menghisap ujung tubuhku. Tapi tetap saja aku tidak berontak karena aku lemah dan tak punya kekuatan untuk menolaknya.

Aku begitu lemah, sehingga perlakuan keji mendatangiku berkali-kali hanya demi sebuah kepuasaan sesaat, hanya aku biarkan saja.

Dan itu pun masih terjadi sampai saat ini.

Catatan: Pada saat orang itu memaksaku pergi, dia memanggil nama lengkapku Djie Sam Soe isi 12 batang.

Serius amat bacanya, hehehe :p
Read More..

Sebuah Hape..

0 komentar

Sekumpulan pria berada di ruang ganti di salah satu tempat gym terkemuka dan eksklusif di pusat kota. Tiba2 terdengar deringan hp di penjuru ruangan itu. Salah satu dari pria itu menjawab panggilan tersebut, dan terjadilah obrolan berikut:

“Hallo? Abang, ini ayang. ”

“Eemmmmm…. “” Abang masih di tempat gym ya?”

” Iya…”

” Ayang sekarang lagi ada di mall dekat tempat gym Abang. Ayang lihat Louis Vuitton punya koleksi tas baru. Harganya murah kok, cuma Rp. 7 juta saja…Boleh beli nggak, Bang?”

” O.K, beli saja kalau kamu memang suka.”

“Ahhhhh…. thanks Abang, dan tadi sebelum ayang ke sini, ayang ke pameran mobil dan liat mobil Mercedes terbaru. Ayang suka banget dengan modelnya, dan ayang juga sudah ngobrol dengan penjualnya, dia setuju mau kasi ‘good price’. Lagian kan bagus juga kalau mobil BMW yang kita beli tahun lalu itu ditukar dengan yang baru. ”

“Berapa harga yang dia kasih?”

” Lagi harga promo, jadi cuma Rp. 550 juta aja, bang…”” O.K lah, pastikan harga itu sudah ‘on the road’.”

” Great, ada 1 lagi, bang. “”Apa?”

” Tadi pagi ayang iseng-iseng singgah ke agen real estate dan ternyata rumah yang kita lihat kemarin itu ternyata dijual..!!! Abang ingat tidak?? Rumah seluas 1000 meter di Kebayoran Baru yang ada kolam renang berbentuk love, terus ada taman orchidnya di belakang rumah yang berhadapan lapangan tenis itu, dan yang garasinya muat 4 mobil itu…. Cantik kan bang? ”

“Berapa harganya?”

” Cuma Rp. 10 milyar saja. OK kan harganya? ”

“Ya sudah, kalo kamu bisa tawar jadi Rp. 8,5 milyar, beli aja…”

” OK Abang sayang, terima kasih bang. Sampai nanti malam ya?? I luv u.”

” Bye… i luv u too. “Pria itu berhenti berbicara dan menutup ‘flip’ hp nya.

Sambil mengangkat tangan dan memegang hp itu, dia bertanya pada orang-orang yang di ruangan tersebut, dan dengan suara keras dia berkata: “ADA YANG TAHU NGGAK, INI HANDPHONE PUNYA SIAPA !!???”

– sekian –
Read More..

Siapa Yang Lebih Romantis ???

0 komentar
Menurut Anda, mana yg lebih romantis??













Read More..

APAKAH ANDA INGIN MERASA SANGAT BAHAGIA ?

0 komentar


Saya akan ceritakan pada Anda sebuah kisah menggelikan.

Suatu pagi, seorang wanita merasa sedih ketika ia bercermin. Ia menemukan ia hanya memiliki tiga helai rambut di kepalanya. Tiba-tiba, ia tersenyum. “Hari ini,” katanya, “Saya akan mengepang rambut saya!” Dan setelah melakukannya, ia berjalan keluar rumah dan bersenang-senang.

Pagi berikutnya, wanita itu bangun dan merasa sedih tatkala ia bercermin. Ia menemukan ia hanya memiliki dua helai rambut. Tiba-tiba, ia tersenyum. “Hari ini,” katanya, “Saya akan menyisir dengan belahan di tengah.” Setelah ia melakukannya, ia berjalan keluar rumah dan bersenang-senang.

Pagi berikutnya, wanita itu bangun dan merasa sedih tatkala ia bercermin. Ia menemukan ia hanya memiliki sehelai rambut yang
tersisa. Tiba-tiba, ia tersenyum. “Hari ini,” katanya, “Saya akan menyisir rambut saya menjadi berponi.” Setelah ia melakukannya, ia berjalan keluar rumah dan bersenang-senang.

Pagi berikutnya, wanita itu bangun dan merasa sedih tatkala ia bercermin. Ia menemukan tak ada lagi rambut yang tersisa. Tiba-tiba, ia tersenyum. “Yiipiii!” teriaknya kegirangan, “Saya tidak perlu repot dengan rambut hari ini!” Dengan segera, ia berjalan keluar dan bersenang-senang.

Anda ingin menjadi bahagia?

Inilah caranya.

PERBEDAAN ANTARA KESENANGAN DAN KEBAHAGIAAN

Sebuah kue coklat dengan coklat yang tebal memberi kesenangan.

Sebuah film komedi, dengan setoples popcorn, memberi kesenangan.

Sebuah ciuman memberi kesenangan.

Menaiki roller coaster memberi kesenangan.

Apa perbedaan antara kesenangan dan kebahagiaan?

Kesenangan adalah suatu pekerjaan luar.

Sedangkan kebahagiaan adalah suatu pekerjaan bagian dalam.

Kebahagiaan tidak tergantung pada kondisi eksternal apapun. Yap, sekalipun jika Anda hanya memiliki tiga helai rambut di kepala Anda.

Kebahagiaan bukan berarti tidak ada masalah.

Omong-omong, apakah Anda ingin saya tunjukkan beberapa orang yang tidak punya masalah? Bagus. Bawalah sekop Anda dan mari menggali mereka dari kubur mereka.

Alkitab tidak berkata, “Bersukacitalah kadang-kadang.” Atau “Bersukacitalah di saat engkau tidak punya masalah.” Alkitab mengatakan, “Bersukacitalah senantiasa.”

Apakah itu mungkin? Maksud saya, realistislah. Tak seorangpun akan bahagia selama 365 hari setahun.

Tapi Alkitab mengatakan, “Bersukacitalah senantiasa” karena kebahagiaan bukanlah suatu suasana hati.

Kebahagiaan bukan juga suatu perasaan.

Kebahagiaan adalah sebuah cara hidup.

7 KUNCI KEBAHAGIAAN

Saya tahu orang-orang aneh yang berjalan di atas bumi ini yang sungguh-sungguh bahagia. Tidak berlebihan. Tapi sungguh-sungguh merasa sukacita dalam hati mereka. (Hei, Anda mungkin salah satu dari mereka. Selamat!)

Saya kenal mereka. Beberapa dari mereka adalah sahabat saya.

Karena pekerjaan saya, saya bepergian ke seluruh dunia!

Hitungan terakhir: 36 negara. Itu berarti banyak penerbangan, jet lag, dan kehilangan bagasi. Tapi juga berarti saya telah bertemu lebih banyak orang dari rata-rata orang di jalan. Itu bukan hanya soal jumlah atau bermacam-macam orang yang sudah saya temui. Karena saya adalah seorang pengkotbah, saya tidak hanya sudah bertemu mereka, saya sudah menjalin relasi yang cukup dalam dengan beberapa dari mereka. Seperti pada pertemuan pertama kami (atau telepon atau email), mereka membuka hati mereka dan menceritakan pada saya masalah mereka seakan saya adalah belahan jiwa mereka.

Saya beruntung sekali mengenal banyak orang yang mempunyai intensitas di atas batas normal.

Maka saya bertanya pada diri sendiri pertanyaan ini: Siapakah orang paling bahagia yang saya tahu? Saya menuliskan daftar mereka. Setelah mengubah ratusan kali dari ribuan orang yang terekam dalam otak saya, saya mengajukan sebuah pertanyaan yang lebih sulit: Apa kesamaan di antara mereka semua?

Saya menemukan tujuh hal luar biasa yang saya lihat dalam orang-orang yang sungguh-sungguh bahagia.

Saya menyebutnya 7 Kunci Kebahagiaan:
1. Orang yang bahagia menciptakan takdir mereka.
2. Orang yang bahagia sangat menyukai diri mereka.
3. Orang yang bahagia menjaga ikatan.
4. Orang yang bahagia merasa gembira di manapun.
5. Orang yang bahagia menerima perubahan.
6. Orang yang bahagia sangat percaya.
7. Orang yang bahagia mengerjakan tujuan mereka setiap hari.

Ijinkan saya berbagi pada Anda mengapa banyak orang merasa tidak bahagia.

TUBUH ANDA DIRANCANG UNTUK DAPAT MERASAKAN KETAKUTAN

Musuh kebahagiaan bukanlah kesedihan.

Musuh kebahagiaan bukanlah masalah.

Musuh kebahagiaan bukanlah kesepian.

Musuh kebahagiaan adalah ketakutan.

Hidup kita sangat dimotori oleh hal itu. Kita menjalani hidup kita dengan ketakutan.

Dalam buku cemerlang Dan Baker, What Happy People Know (Apa Yang Diketahui Orang-orang Yang Bahagia), ia menjelaskan bagaimana sistem tubuh kita terhubung pada ketakutan.

Otak kita mempunyai tiga bagian. Sel otak, amygdala, dan neocortex. Semakin primitif bagian dari otak kita, sel otak dan amygdala diprogram untuk ketakutan.

Mengapa? Para leluhur kita membutuhkan rasa takut untuk ketahanan fisik mereka. Bayangkan diri Anda hidup di alam liar dengan para singa, serigala, dan kobra di sekeliling Anda. Makhluk berbahaya yang mengendap-endap di balik setiap pohon dan bayangan.

Begitu otak mereka menerima sinyal ketakutan, kelenjar endokrin memproduksi hormon adrenalin dan cortisol. Ini memberi mereka kekuatan super untuk berkelahi atau lari. Dan dalam perkelahian atau pelarian, mereka menghabiskan adrenalin dan cortisol dalam tubuh mereka. Sehat dan baik. Tapi bagaimana dengan kita yang terbiasa duduk di belakang meja dan bekerja dengan komputer?

Kita masih memiliki mekanisme ketakutan yang sama.

Tapi kali ini, kita tidak lagi takut terhadap para singa atau kobra di belakang pohon.

Kita takut akan tagihan kartu kredit yang terus meningkat.

Kita takut pada bos kita.

Kita takut kehilangan pekerjaan kita.

Kita takut akan anak-anak kita - apa yang akan terjadi dengan masa depan mereka?

Kita takut pada usia 35, kita belum juga menikah.

Kita takut kita akan menjadi tua sendirian.

Kita takut akan kehabisan uang.

Kita takut akan penolakan lingkungan.

Kita takut akan kehilangan muka dan malu terhadap lingkungan.

Kita takut akan sakit-penyakit.

Dan semua ketakutan ini begitu nyata, kelenjar endokrin kita juga memproduksi adrenalin dan cortisol. Dan karena kita duduk di belakang meja, sibuk dengan komputer kita, kita betul-betul tidak menggunakannya sedikitpun. Adrenalin dan cortisol menjadi racun dalam tubuh kita, sedikit demi sedikit menghancurkan kesehatan kita.

Makanya, sangat sedikit orang yang merasa bahagia.

Kesimpulan: Jika Anda ingin merasa bahagia, kita perlu mengatasi ketakutan kita.

Bagaimana caranya?

SATU-SATUNYA PENAWAR KETAKUTAN ADALAH…

Dua puluh tahun lalu, seorang teman memberi saya sebuah buku tentang menghadapi ketakutan.

Kesombongan saya merespon padanya: “Terima kasih untuk bukunya. Tapi sejujurnya, saya kira saya tidak membutuhkannya. Saya tidak tahu mengapa, tapi ketakutan bukanlah suatu masalah bagi saya. Saya tidak memiliki ketakutan apapun.”

Sepuluh tahun kemudian, saya menjilat ludah saya sendiri.

Karena setelah sebuah permenungan yang dalam, saya menyadari betapa hidup saya dimotori oleh banyak ketakutan. Banyak hal yang saya lakukan karena rasa takut!

Saya takut apa yang orang lain katakan tentang saya.

Saya takut gagal.

Saya takut orang yang marah.

Saya takut tidak cukup.

Dalam hidup saya, saya telah menemukan bahwa hanya ada satu hal yang dapat mengatasi ketakutan.

Hanya ada satu hal yang lebih berkuasa dari ketakutan.

Satu-satunya penawar ketakutan adalah cinta.

Ketika Anda mengisi hidup Anda dengan cinta, ketakutan Anda akan hilang secara alami.

Saya berbicara tentang cinta terhadap Tuhan, cinta terhadap sesama, cinta terhadap diri sendiri, dan cinta terhadap hidup itu sendiri. Alkitab mengatakan, Kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan, dan saya sungguh-sungguh mempercayainya.

Sebenarnya, ingat 7 Kunci Kebahagiaan yang saya tuliskan di atas? Setiap kunci itu merupakan sebuah aspek cinta - dan setiap kunci dapat menghalau suatu ketakutan tertentu dalam hidup Anda. Begitu ketakutan Anda hilang, kebahagiaan akan membanjiri jiwa Anda.

Saya akan berbicara lebih lanjut tentang ini dalam blog saya berikutnya.

Semoga impian Anda menjadi kenyataan,

Bo Sanchez

– sekian –
Read More..

Pengaturan Tuhan Yang Sempurna

0 komentar


Apakah anda percaya bahwa Tuhan tidak hanya mengasihi anda, tetapi tahu dimana anda berada dan apa yang anda sedang lakukan setiap menit? Saya sungguh percaya setelah pengalaman yang sangat menakjubkan yang saya alami beberapa tahun yang lalu. Pada saat itu saya sedang berkendaraan di jalan bebas hambatan 1-75 dekat Dayton, Ohio, bersama dengan isteri dan anak-anak saya. Kami keluar dari jalan bebas hambatan itu di sebuah tempat peristirahatan.

Isteri saya, Barbara, dan anak-anak pergi ke restoran. Saya tiba-tiba merasa butuh meregangkan kaki-kaki saya, sehingga saya menyuruh mereka pergi duluan dan saya katakan akan menyusul mereka kemudian. Saya membeli sekaleng minuman ringan, dan ketika saya sedang berjalan ke toko Dairy Queen, perasaan mengasihani diri sendiri mulai menyelimuti pikiran saya. Saya mengasihi Tuhan, tetapi saya merasa kering dan berbeban berat. Hati saya kosong.

Tiba-tiba deringan tak sabar dari sebuah telpon umum terdekat mengembalikan kesadaran saya. Suara dering telpon itu berasal dari kotak telpon umum di sebuah pompa bensin di sudut jalan. Apakah tidak ada orang yang akan menjawab telpon itu? Suara berisik dari lalu lintas yang ramai ini pastilah menenggelamkan deringan telpon itu karena penjaga pompa bensin terusmengurus para pengendara yang ingin mengisi bahan bakar, tak sadar akan bunyi dering telpon tanpa henti itu.

“Mengapa tidak ada orang yang menjawab telpon itu?” tanya saya. Saya mulai berpikir. “Mungkin telpon itu penting. Bagaimana kalau telpon itu merupakan panggilan darurat?” Rasa ingin tahu mulai mengatasi ketidak-pedulian saya.

Saya melangkah masuk ke telpon umum itu dan mengangkat gagang telpon. “Halo?” kata saya ringan dan menyedot minuman saya.

Dari seberang sana terdengar suara operator yang berkata, “Ini telpon interlokal untuk Pak Ken Gaub.”

Mata saya terbelalak, dan saya hampir tersedak oleh es batu yang ada di mulut saya. Setelah menelan dengan susah payah, saya katakan, “Anda gila deh!” Kemudian karena saya menyadari bahwa saya seharusnya tak berkata begitu kepada seorang operator telpon, saya menambahkan, “Ini tak mungkin! Saya sedang berjalan-jalan, tak menunggu telpon dari siapapun, dan tadi tiba-tiba telpon umum ini berdering…”

“Apakah Pak Ken Gaub ada di sana?” operator telpon itu menyela.

“Ya, ia ada di sini.” Sambil memikirkan penjelasan yang masuk akal, saya was-was apakah ada kamera tersembunyi yang melacak keberadaan saya! Apakah saya sedang dikerjai dalam sebuah acara reality show? Masih kaget dan bingung, saya bertanya, “Bagaimana caranya anda menemukan saya di sini? Saya sedang berjalan-jalan, lalu telpon umum ini berdering, dan saya mengangkat panggilan telpon ini asal-asalan saja. Mungkinkah anda salah panggil?”

“Baiklah,” operator telpon itu bertanya, “apakah Pak Gaub ada di sana atau tidak?” “Ya, saya adalah Ken Gaub,” kata saya, setelah saya akhirnya yakin bahwa panggilan telpon ini sungguhan. Kemudian saya mendengar suara lain berkata, “Ya, itulah dia orangnya, operator. Itulah Ken Gaub.”

Saya mendengarkan seperti orang kebingungan pada suatu suara yang mengenalkan dirinya sendiri, “Saya adalah Millie dari Harrisburg, Pennsylvania. Anda tidak mengenal saya, Pak Gaub, tetapi saya sedang putus asa. Tolonglah saya.”

“Apa yang saya dapat bantu?”
Ia mulai menangis. Akhirnya ia dapat mengendalikan dirinya dan melanjutkan.

“Saya hampir saja bunuh diri, dan telah menulis surat terakhir saya, ketika saya mulai berdoa dan berkata kepada Tuhan bahwa saya sebenarnya tidak mau bunuh diri. Kemudian tiba-tiba saya ingat bahwa saya pernah melihat anda di televisi dan saya pikir seandainya saja saya dapat berbicara dengan anda, anda mungkin dapat menolong saya. Saya tahu bahwa hal itu mustahil karena saya tidak tahu bagaimana saya dapat menghubungi anda. Saya juga tidak tahu siapa yang dapat menolong saya untuk menghubungi anda. Kemudian beberapa angka datang ke pikiran saya, dan saya menuliskannya. Sampai titik ini wanita itu mulai menangis lagi, dan saya berdoa di dalam hati memohon hikmat Tuhan untuk menolongnya. Ia melanjutkan, “Saya melihat deretan angka itu dan berpikir, `Mungkinkah saya mendapat mukjizat dari Tuhan, dan Ia memberikan telpon Pak Ken’ Saya akhirnya memutuskan untuk mencoba menelpon anda dengan menggunakan deretan angka itu. Saya tak habis mengerti bahwa sekarang saya sedang berbicara dengan Bapak. Apakah anda mempunyai kantor di Kalifornia?”

Saya menjawab, “Bu, saya tidak punya kantor di Kalifornia. Kantor saya di Yakima, Washington.”

Dengan terkejut dia bertanya, “Oh, ya? Lalu anda sekarang ada dimana?”

“Apakah anda tidak tahu?” jawab saya. “Kan anda yang menelpon saya duluan.”

Wanita itu menjelaskan, “Tetapi saya bahkan tidak tahu saya sedang menelpon kemana. Saya hanya meminta operator untuk menekan tombol telpon sesuai dengan deretan angka yang saya tulis di kertas ini.”

“Bu, mungkin anda tidak percaya, tetapi saya sekarang sedang berada di sebuah telpon umum di Dayton, Ohio!”

“Sungguh?” serunya. “Jadi, sedang apa anda sekarang?”

Saya menggodanya, “Yah, sekarang saya sedang menelpon anda. Saya sedang berada di sebuah tempat peristirahatan di jalan bebas hambatan menuju Dayton, Ohio. Telpon ini berdering ketika saya sedang berjalan-jalan, sehingga saya mengangkatnya. ”

Karena saya tahu bahwa pertemuan ini mustahil terjadi tanpa pengaturan Tuhan, saya mulai mengonseling wanita itu. Setelah wanita itu menceritakan keputus-asaannya dan frustrasinya, hadirat Roh Kudus membanjiri kotak telpon umum itu dan memberi saya perkataan hikmat di luar kemampuan saya. Dalam waktu beberapa saat, akhirnya wanita itu mau menyerahkan dirinya kepada Tuhan dalam sebuah doa pertobatan dan bertemu dengan Pribadi yang akan
menuntunnya keluar dari situasinya yang buruk dan memulai hidup baru.

Saya berjalan keluar dari kotak telpon umum itu dengan perasaan merinding tentang kepedulian Bapa Sorgawi terhadap setiap anak-anak-Nya. Bagaimana mungkin hal ini merupakan suatu peristiwa kebetulan? Dengan semua telpon umum yang berjumlah jutaan dan kombinasi angka yang tak terhitung, hanya Bapa yang Mahatahu yang dapat menyebabkan wanita itu menghubungi kotak telpon umum itu dalam waktu yang tepat. Dengan melupakan minuman ringan saya dan sangat takjub dengan pengalaman ini, saya berjalan kembali menuju keluarga saya, sambil mengira-ngira apakah isteri saya akan mempercayai kisah saya. Mungkin saya sebaiknya tidak menceritakan hal ini, saya pikir, tetapi saya tak dapat menahannya. “Barbara, kamu pasti tidak percaya! Tuhan tahu dimana saya berada lho!”
Read More..
 

aBhet Copyright © 2008 Black Brown Pop Template by Ipiet's Blogger Template